Berita Utama 3 mnt baca

Guru MAN 3 Nganjuk Meninggal Usai Cekcok Dengan Siswa, Polisi Masih Dalami Rangkaian Kejadian

S
Sulis Nova fadli Diterbitkan pada 13 Sep 2026, 03:19 WIB
Guru MAN 3 Nganjuk Meninggal Usai Cekcok Dengan Siswa, Polisi Masih Dalami Rangkaian Kejadian

Guru Man 3 Nganjuk Meninggal Usai Cekcok Dengan Siswa, Polisi Masih Dalami Rangkaian Kejadian


Banaspatnetseven.com || Nganjuk – Suasana duka menyelimuti MAN 3 Nganjuk, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, setelah seorang guru berinisial S atau Suaidi (56) meninggal dunia. Sebelumnya, korban sempat tidak sadarkan diri setelah terlibat cekcok dengan seorang siswa pada Selasa (1/9/2026).

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.30 WIB ketika Suaidi hendak menjalankan kegiatan mengajar. Saat itu, korban masuk ke kamar mandi siswa yang berada di samping ruang kelas. Pada waktu bersamaan, seorang siswa yang hendak menggunakan toilet disebut menggedor pintu kamar mandi yang sedang digunakan korban.

Humas MAN 3 Nganjuk, Ihwanus Sofa, menyebut kejadian tersebut berawal dari kesalahpahaman terkait penggunaan fasilitas sekolah.

“Hari itu, kira-kira pukul 10.30 WIB, memang ada kesalahpahaman penggunaan fasilitas sekolah,” ujar Ihwanus Sofa.

Setelah keluar dari kamar mandi, Suaidi kemudian mencari siswa yang sebelumnya menggedor pintu. Ketika bertemu, korban diduga hendak menjewer atau menyentuh bagian telinga siswa tersebut sebagai bentuk teguran.

Namun, siswa yang bersangkutan menolak dan menangkis tangan korban. Akibat gerakan tersebut, Suaidi terhuyung hingga hampir terjatuh. Guru dan sejumlah siswa yang berada di sekitar lokasi kemudian memberikan pertolongan.

“Mungkin, (S) mau menjewer atau gimana, tapi si anak itu menolak. Akhirnya (S) terhuyung dan hampir jatuh. Guru dan siswa yang ada di sekitar situ menolongnya,” kata Sofa.

Setelah kondisi sempat ditenangkan, Suaidi kembali berjalan menuju ruang kelas untuk melanjutkan aktivitas mengajar. Namun, dalam perjalanan, kondisi korban tiba-tiba memburuk. Ia mengalami muntah-muntah dan kemudian kehilangan kesadaran.

Korban selanjutnya dibawa ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis. Karena membutuhkan penanganan lebih lanjut, Suaidi kemudian dirujuk ke salah satu rumah sakit di Kota Kediri.

Setelah menjalani perawatan intensif selama kurang lebih lima hari, Suaidi dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu (5/9/2026).

Kabar meninggalnya guru tersebut kemudian memunculkan sejumlah narasi di media sosial yang mengaitkan kematian korban dengan dugaan tindakan kekerasan atau penganiayaan di lingkungan sekolah.

Pihak MAN 3 Nganjuk membantah adanya penganiayaan yang disebut sebagai penyebab meninggalnya korban. Humas sekolah menjelaskan bahwa saat pemeriksaan medis awal, tekanan darah korban tercatat sangat tinggi.

“Ketika pemeriksaan awal itu tensinya 240. Kalau kekerasan saya rasa kok tidak ya,” ujar Sofa kepada wartawan, Rabu (9/9/2026).

Sementara itu, Kasi Humas Polres Nganjuk AKP Fajar Kurniadhi mengatakan pihak kepolisian telah mendatangi kediaman almarhum di Kediri untuk memperoleh keterangan dari keluarga sekaligus mengonfirmasi kondisi kesehatan korban.

Menurut Fajar, dari rekam medis yang dikonfirmasi, Suaidi diketahui memiliki riwayat hipertensi dan stroke.

“Polres Nganjuk sudah ke kediaman Almarhum di Kediri. Keluarga menerima kejadian itu sebagai musibah. Dari rekam medis, almarhum sakit hipertensi dan stroke,” kata Fajar.

Pihak keluarga juga disebut menolak dilakukan otopsi maupun visum dan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah yang berkaitan dengan kondisi kesehatan almarhum.

Kasus ini kini telah ditangani pihak kepolisian untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Jurnalis: Mohamad Yunus

Bagikan Artikel Ini

Sebarkan informasi dan artikel ini kepada publik.